Media.stit– Arus perkembangan teknologi digital yang kian deras menuntut generasi muda untuk tidak sekadar menjadi penikmat konten, melainkan juga pemain di dalamnya. Menyadari urgensi tersebut, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Laun menggelar pelatihan konten kreator yang berlangsung intensif pada Minggu (18/1/2026).
Acara yang dipusatkan di ruang aula kampus ini menarik perhatian luas, terbukti dengan hadirnya peserta yang tidak hanya berasal dari internal LPM Laun, tetapi juga mahasiswa dari berbagai jurusan hingga masyarakat umum.
Mereka berkumpul dengan satu keresahan yang sama: bagaimana cara beradaptasi dan tetap relevan di tengah kepungan algoritma media sosial yang terus berubah.
LPM Laun turut menghadirkan narasumber seorang di balik akun populer Blitar Tengah Wengi, yang akrab disapa Gud Tymbro, hadir menjadi narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Gud Tymbro menekankan bahwa kunci utama seorang kreator di era Gen Z bukan sekadar soal peralatan canggih, melainkan soal kejujuran dalam bercerita.
"Banyak orang terjebak ingin viral dengan meniru orang lain. Padahal, kekuatan konten itu ada pada otentisitas. Gen Z punya keunggulan dalam hal kreativitas yang cair, dan itu harus dimanfaatkan untuk membangun narasi yang positif, bukan sekadar sampah visual," ujarnya dengan gaya santai yang khas.
Selama kegiatan berlangsung, suasana tampak cair dan interaktif. Gud Tymbro tidak memberikan teori yang membosankan, melainkan langsung membedah dapur kreatifnya.
Pimpinan Umum LPM Laun menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret organisasi pers mahasiswa untuk keluar dari zona nyaman.
"Kami ingin kawan-kawan mahasiswa sadar bahwa pers mahasiswa hari ini harus adaptif. Kita tidak hanya bicara soal berita, tapi juga bagaimana menyampaikan informasi penting lewat video singkat tanpa kehilangan bobot jurnalistiknya," ungkapnya.
Kehadiran peserta umum juga memberikan warna tersendiri. Terjadi diskusi lintas latar belakang mengenai potensi digital Blitar yang belum tergarap maksimal. Pelatihan ini pun seolah menjadi jembatan bagi para pemuda Blitar untuk mulai serius menekuni dunia kreatif secara sehat dan profesional.
Hingga acara berakhir pada sore hari, antusiasme peserta tidak surut. Banyak dari mereka yang langsung mempraktikkan materi dengan mengambil dokumentasi kegiatan menggunakan perspektif baru yang baru saja dipelajari.

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Muslihuun Tlogo Blitar adalah satu-satunya perguruan tinggi agama Islam swasta yang ada di Kabupaten Blitar. Sejak awal berdirinya mengemban misi mencetak para lulusannya memiliki wawasan keilmuan yang luas, berfikir mandiri, terampil, dan memiliki skill sesuai dengan bidang keahliannya, yaitu sebagai tenaga pendidik Islam. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Muslihuun (selanjutnya disebut STIT) Tlogo terletak di desa Gaprang, Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar.