Media.stit – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Muslihuun Blitar, melakukan penyesuaian kurikulum selama bulan suci Ramadan. Seluruh aktivitas perkuliahan reguler dialihkan menjadi kajian intensif kitab klasik (kitab kuning) yang dipusatkan di Auditorium STIT Al-Muslihuun Blitar.
Langkah ini diambil sebagai upaya penguatan literasi keislaman bagi seluruh mahasiswa. Dalam kajian ini, pihak kampus menetapkan dua literatur utama sebagai materi pembahasan, yakni Kitab Hujjah Ahlus Sunnah Wal Jamaah dan Kitab Adabul Munakahah.
Berbeda dengan format perkuliahan biasanya, metode pembelajaran dilakukan secara tradisional namun interaktif, layaknya sistem pengajian di pondok pesantren. Mahasiswa diajak mendalami argumentasi teologis dalam menjaga tradisi keislaman.
Pimpinan STIT Al-Muslihuun, Dr. Habib Bawafi, M.HI., dalam sambutannya menyatakan bahwa program ini selain dijadikan sebagai pengganti kuliah biasa juga sebagai upaya melestarikan literatur tradisional ala pesantren.
"Program ini merupakan pengganti jam kuliah formal selama bulan Ramadan. Kami ingin mahasiswa tidak hanya unggul secara akademis, tapi juga memiliki akar yang kuat pada literatur klasik," ujar Pimpinan STIT Al-Muslihuun.
Suasana di Auditorium tampak padat oleh mahasiswa yang antusias menyimak baris demi baris penjelasan dari pemateri. Pengalihan jam kuliah ini diharapkan dapat memberikan suasana akademik yang lebih spiritual tanpa mengurangi bobot pembelajaran yang seharusnya diterima mahasiswa di kelas.

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Muslihuun Tlogo Blitar adalah satu-satunya perguruan tinggi agama Islam swasta yang ada di Kabupaten Blitar. Sejak awal berdirinya mengemban misi mencetak para lulusannya memiliki wawasan keilmuan yang luas, berfikir mandiri, terampil, dan memiliki skill sesuai dengan bidang keahliannya, yaitu sebagai tenaga pendidik Islam. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Muslihuun (selanjutnya disebut STIT) Tlogo terletak di desa Gaprang, Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar.